Kunjungan Industri Fish Farm

Salah satu dari sekian banyak perusahaan Jepang yang bekerja sama dengan LPK Mitra Jaya Indonesia yaitu Nitto Sogyo sangat peduli dengan para siswa magang Jepang khususnya bagi mereka yang setelah selesai menjalankan masa pemagangan di Jepang selama 3 tahun, ada kemungkinana mereka kesulitan untuk membuka usaha apa?.

Mereka sangat memikirkan nasip para kensusei yang pernah kerja di perusahaannya, dengan jalan memberikan sebagian modal untuk berkarya di tanah air salah satunya,.

kali ini berkesempatan mengunjungi salah satu pembudidaya bibit ikan, berbagai macam ikan air tawar dan salah satunya yang menarik perhatian dari pihak Jepang yaitu Sidat atau yang sering disebut sebagai “unagi” di Jepang. asal kita tahu bahwa Unagi tersebut serat akan protein dan banyak manfaat serta kasiatnya, makannya di Jepang sendiri unagi merupakan jenis santapan mewah karena merupakan jenin ikan air tawar yang langka dan harganya mahal. sedangkan di Indonesia entah karena apa peminatnya masih sedikit.

Ketertarikan hal ini menimbulkan hasrat dari pihak Jepang untuk mendalami pengetahuan tentang sidat.

Di Indonesia sendiri untuk produktifitas Sidat serdiri sempat mengalami Booming di di tahun 2012 namun karen permainan pihak ekprtir akahirnya pihak petani lah yang dirugikan dan merasa kecewa, akibatnya hingga sekara untuk petani Sidat dalam masa tenang. Ada diberbagi wilayah yang masih semarak seperti di Wilayah Sulawesi, Jawa sendiri di wilayah perisir Cilacap, kebumen, dll.Untuk pertumbuhannya sendiri sesuai dengan siklus iklim membutuhkan waktu kurang lebih 8 bulan.

Ketika berkunjung ke Budi Fish Farm Yogyakarta, beberapa pengalaman baru tentang sidat kita dapatkan. Ternya untuk memelihara Sidat ini tidak semudah memelihara ikan lainnya. pak Budi selama kurang lebih 7-8 tahun mempelajari tentang sidat tentang bagaimana bisa dikembang biakkan dengan baik dan bagaimana mempelajari perilaku serta bentuk ketahanan dan yang pasti meneliti bagaimana bibit sidat bisa mengkonsumsi pelet . Disinilah fase paling rentan dan sulit harus dengan pengawasan ektra hati-hati, pada usia 1-2 bulan pertama karena berasal dari sidat alam, fase dimana konsumsi awalnya adalah cacing. Di masa-masa ini peneliti berusaha bagaimana sidat bisa mengkonsumsi pelet dan tidak cacing lagi.

Dengan harapan kedepannya mendapatkan peranakan sidat yang langsung siap bisa langsung mengkonsumsi pelet, karena dengan begitu setelah lepas usia 1-2 bulan seekor sidat akan lebih kebal dan bisa menyesuaikan dengan keadaan air, suhu, kelembaban yang bagaimanapun.

Jadi apada awal pembibitan dibikinlan semacam “GlassL” dimana ini merupakan media khusus bagi bibit sidat masa-masa 1-2 bulan pertama, dan medianya harus steril, air bersih dan sirkulasi udara yang teratur, tinggak kepanasan air dan PH sangat mempengaruhi.

inilah sedikit tentang budidaya Sidat, yang pada intinya bila kesepakan terjadi antara pihak Jepang dan petani lokal makan bentuk usaha baru siap bagi pemagang yang telah kembali ke tanah air.